take home UAT paper Sistem Informasi Manajemen

Dosen:Dr. Ir Arif Imam Suroso, Msc(CS)

Tanggal  Penyerahan: 12 Juli 2010

Batas Penyerahan: 12 Juli 2010

TUGAS TAKE HOME UAT

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

OUTSOURCING atau INSOURCING di DALAM PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI

OLEH :

SRI PUJIYATI

P 056090682-33E

PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAN BISNIS

SEKOLAH PASCA SARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

JULI 20108


I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pemanfaatan teknologi informasi adalah suatu keharusan oleh setiap perusahaan yang ingin memposisikan perusahaannya pada posisi paling depan dalam suatu industri. Pengelolaan sumber daya informasi memegang peranan yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan suatu usaha.Dalam sebuah perusahaan, pengelolaan sumber daya manusia biasanya disebut Sistem Informasi Sumber daya Informasi (Information Resources Information System).

Sistem Informasi Sumber daya Informasi merupakan bagian dari sistem informasi yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi, memproses, serta menyediakan informasi dalam format tepat yang akan dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan. Proses mengidentifikasi berarti sisitem harus dapat menentukan masalah yang dihadapi perusahaan, keputusan yang akan dibuat oleh oleh para pengambil keputusan dan informasi apa yang harius disediakan untuk memecahkan masalah tersebut. Proses tersebut harus dapat menentukan data yang dibutuhkan, diamna, bagaimana, dan dengan metode apa data tersebut diperoleh serta bagaimana menentukan proses dan metode yang paling tepat yang akakn dipergunakan dan berapa lama proses harus diselesaikan.

Faktor yang paling penting didalam pengelolaan sumberdaya informasi adalah bagaimana mengembangkan Sistem Informasi Sumber daya Informasi yang akan dipergunakan, hal ini berarti kita menetukan bagaimana bentuk sistem yang dibutuhkan, dalam arti kata kebutuhann akan perangkat keras, perangkat lunak dan pelaksana serta SOP (Standard Operating Procedures) yang akan dipergunakan. Pengembangan sebuah sistem informasi akan selalu menghadapi permasalahan dan tantangan yaitu siapa yang akan melaksanakan proses pengembangan tersebut.

Merancang sebuah SI tidaklah mudah. Banyak hal yang harus di pertimbangkan seperti sumberdaya, waktu dan biaya. Perusahaan tentu harus memperhitungkan sumberdaya SI apa saja yang dibutuhkan, jumlahnya, dan dari mana mendapatkannya. Waktu juga menjadi penting. Perusahaan harus menargetkan seberapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah SI yang baru, dan apakah nanti hasilnya optimal. Dari segi biaya, perusahaan harus memikirkan berapa banyak yang akan ia keluarkan dan apakah jika SI sudah siap digunakan akan sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Apabila SI sudah berjalan, perusahaan juga harus tetap melakukan maintenance agar system yang sudah berjalan tersebut tetap sustainable.

Untuk memudahkan penerapan SI dalam sebuah organisasi atau perusahaan, maka banyak perusahaan yang menyediakan jasa outsourcing IT. Jasa outsourcing ini menjadi sebuah pilihan cara penerapan SI dalam organisasi.

1.2. Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk pemenuhan tugas akhir mata kuliah manajemen sistem informasi program magister manajemen  Institut Pertanian Bogor

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1.1. Definisi Outsourcing

Dalam era globalisasi dan tuntutan persaingan dunia usaha yang ketat saat ini, maka perusahaan dituntut untuk berusaha meningkatkan kinerja usahanya melalui pengelolaan organisasi yang efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempekerjakan tenaga kerja seminimal mungkin untuk dapat memberi kontribusi maksimal sesuai sasaran perusahaan. Untuk itu perusahaan berupaya fokus menangani pekerjaan yang menjadi bisnis inti (core business). Sedangkan pekerjaan penunjang seperti sistem informasi diserahkan kepada pihak lain. Proses kegiatan ini dikenal dengan istilah Outsourcing.

Outsourcing adalah pendelegasian terhadap suatu pekerjaan dalam sebuah organisasi ke pihak lain dengan jangka waktu tertentu, biaya tertentu, dan layanan tertentu. Bentuk outsourcing yang umum dilakukan pada perusahaan-perusahaan di Indonesia adalah dalam bidang layanan kebersihan ruangan. Dalam bidang teknologi informasi, beberapa bank di Indonesia telah menerapkan outsourcing. Dalam hal ini. pengembangan sistem dilakukan oleh perusahaan perangkat lunak.   Outsourcin merupakan sebuah proses subkontrak, misalnya seperti mendisain produk atau manufacture, yang dilakukan oleh pihak ketiga. Keputusan untuk melakukan outsource biasanya dikarenakan untuk memperkecil biaya perusahaan, menghemat energi yang ditujukan pada kompetensi bisnis tertentu, atau untuk membuat penggunaan tenaga kerja, teknologi dan sumber daya di perusahaan lebih efisien, pengurangan resiko, perekayasaan ulang proses dan kesempatan untuk fokus pada kapabilitas inti

Pada prakteknya, outsourcing sistem informasi terkadang tidak hanya dalam hal pengembangan sistem, melainkan juga pada pengoperasiannya. Terdapat 3 jenis outsourcing, yaitu:

  1. Strategic partnership. Pelaku outsurce bertanggungjawab untuk kumpulan integrasi dari operasi klien
  2. Aliansi cosourcing. Klien dan vendor berbagi tanggungjawab terhadap kesuksesan proyek
  3. Hubungan transaksi. Pelaku outsurce mengeksekusi TI yang didefinisikan dengan baik, repeatable atau TI pemungkin terlaksananya proses bisnis untuk klien

Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam outsourcing

  1. Menentukan pengembang yang ditunjuk untuk membangun sistem informasi dengan hati-hati. Sebaiknya, pihak luar yang dipilih memang benar-benar telah berpengalaman
  2. Menandatangani kontrak. Kontrak dimaksudkan sebagai pengikat tanggung jawab dan dapat dijadikan sebagai pegangan dalam melanjutkan atau menghentikan proyek jika terjadi masalah selama masa pengembangan
  3. Merencanakan dan memonitor setiap langkah dalam pengembangan agar keberhasilan proyek benar-benar tercapai. Kontrol perlu diterapkan pada setiap aktivitas dengan maksud agar pemantauan dapat dilakukan dengan mudah
  4. Menjaga komunikasi yang efektif antara personil dalam perusahaan dengan pihak pengembang dengan tujuan agar tidak terjadi konflik atau hambatan selama proyek berlangsung
  5. Mengendalikan biaya dengan tepat dengan misalnya memperhatikan proporsi pembayaran berdasarkan persentasi tingkat penyelesaian proyek.

2.1. 2. Tahapan Outsourcing

Secara umum proses outsourcing dapat dilakukan dengan planning, outsourcing, seleksi strategi, cost analysis, seleksi vendor outsourcing, negosiasi, transisi resource dan hubungan manajemen. Cost analysis dalam kerangka outsourcing merupakan, aktivitas pendataan main cost dari aktivitas yang di outsource kan sebelum dan sesudah, dan evaluasi dampak business value dengan mempertimbangkan :

  1. Pengelompokkan biaya yang berpengaruh/signifikan, gunakan hukum pareto (80/20), aktivitas biaya-biaya yang akan dioutsource dicatat dan imonitor.
  2. Sebelum melakukan outsourcing perhitungkan biaya biaya yang telah dikelompokkan, apakah nantinya memiliki keuntungan.
  3. Setelah Outsource, hitung ulang seperti langkah b dan analisa dampak setelah outsource.
  4. Gunakan cost-benefit analysis untuk mendapatkan hasil dari outsourcing apakah berdampak negatif atau posifit untuk perusahaan. Dengan mempertimbangkan :
    • Memastikan bawah outsourcing adalah sesuai yang mungkin dapat diterima dengan pemahaman bisnis organisasi dan operasi strategi (baik strategic planning maupun tactical planning).
    • Menentukan tipe outsourcing dan hubungannya dengan kebutuhan konsumsi jasa, sedangkan ini adalah terpisah, konsisten dan mempunyai karakteristik yang sederhana, hubungan berdasarkan pasar (market-based).
    • Membangun proses aturan outsourcing dan kerangka sebelum kontrak ditandatangani. Ini menyediakan acuan untuk aturan dan menunjang semua bagian untuk melihat tujuan kontrak, harapan, peranan, tangung jawab inisiatif aturan (responsibilities of the governance initiative).
    • Lakukan penelitian. Organisasi harus melakukan penelitian pada organisasinya sendiri (untuk memahami, mengukur, dan memenuhi persyaratan kebutuhan outsourcing) dan memilih provider/peng-outsource yang potensial dapat melakukannya.
    • Lakukan negosiasi ulang kontrak untuk jangka waktu tertentu untuk memastikan harapan dan rencana apakah telah tercapai, bila perlu mendapatkan alternatif dengan calon provider lain.

2.1.3.  Kelebihan dan kelemahan outsourcing

Outsourcing merupakan sebuah metode pengembangan SIM secara terpadu yang dikembangkan dan dikelola oleh pihak ketiga. Motode outsourcing ini menjadi pilihan karena memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut :

Efficiency objectives

  1. Cost efficiency, Biaya teknologi yang semakin meningkat dan akan lebih murah jika perusahaan tidak berinvestasi lagi tetapi menyerahkan pada pihak ketiga dalam bentuk outsourcing yang terhitung lebih murah dibandingkan mengembangkan sendiri dikarenakan outsourcer menerima jasa dari perusahaan lainnya sehingga biaya tetap outsourcer dapat dibagi ke beberapa perusahaan yang memanfaatkan jasanya. Dapat digunakan untuk meningkatkan kas dalam aset perusahaan karena tak perlu ad
  2. asset untuk teknologi informasi
  3. Economies of scale.
  4. Variable capacity / expertise on demand, dengan diterapkannya sistem baru, maka perusahaan dapat menggunakannya sebagai salah satu point promosi.
  5. Mengurangi waktu proses karena beberapa outsourcer dapat dipilih lebih dari satu sekaligus untuk bekerja sama untuk menyediakan jasa ini kepada perusahaan.
  6. Jasa yang diberikan oleh outsourcer telah dikembangkan oleh para ahlinya
  7. Suatu perusahaan mungkin tidak mempunyai pengetahuan tentang sistem teknologi sedangkan outsourcer memilikinya
  8. Perusahaan merasa tidak perlu dan tidak ingin melakukan transfer teknologi dan tranfer pengetahuan yang dimiliki outsourcer.
  9. Meningkatkan fleksibilitas untuk melakukan atau tidak melakukan investasi
  10. Mengurangi resiko kegagalan investasi yang mahal

Arcitectural improvement

  1. Internal reengineering business process, dengan sistem ini bisnis proses di perusahaan sedikit di reengineering
  2. Meningkatkan disiplin bisnis proses, dengan menerapkan sistem ini ketersediaan informasi akan sangat penting. Sehingga hampir semua operator data bekerja lebih disiplin dalam mempercepat proses selanjutnya.

Strategis adaptation

  1. Management fokus pada kompetensi / Focus on unique core competencies. Dengan outsourcing layanan ini, personil management akan lebih berkonsentrasi pada proses bisnis utama perusahaan atau memfokuskan pada pekerjaan lain yang lebih penting
  2. Leverage new IT
  3. Mitigate technology risk. Dengan melakukan oursourcing, tanggungjawab penyelenggaraan layanan adalah pada operator. Sehingga resiko kegagalan penyelenggaraan adalah sedikit.
  4. Exploit the intellect of another organization. Mendapatkan kepakaran yang lebih baik dan teknologi yang lebih maju
  5. Better predict future costs.
  6. Acquire leading-edge technology.
  7. Improve performance accountability.
  8. Menyingkat waktu pengembangan
  9. Menghilangkan penyediaan sarana saat beban puncak terjadi (yakni ketika terjadi masa-masa pembeli membanjir) dan cukup melakukan pengeluaran biaya sesuai dengan tambahan layanan yang diberikan oleh pihak luar
  10. Memfasilitasi downsizing, sehingga perusahaan tak perlu memikirkan pengurangan pegawai

Diantara banyak kelebihan outsourcing, terdapat kekurangan-kekurangan,yaitu:

  1. Kehilangan kendali terhadap sistem dan data karena bisa saja pihak outsourcer menjual data ke pesaing
  2. Mengurangi keunggulan kompetitif karena pihak outsourcer tidak dapat diharapkan untuk menyediakannya karena juga harus memikirkan klien lain
  3. Menjadi sangat bergantung pada pihak luar sehingga sangat sulit bagi perusahaan untuk mengambil alih kembali sistem yang sedang berjalan
  4. Ketidakfleksibilitasan
  5. Kehilangan kendali
  6. Pengurangan keunggulan kompetitif
  7. Sistem paket
  8. Tujuan yang tidak terpenuhi
  9. Layanan yang kurang baik

2.1.4. Pertimbangan  Penggunaan Outsourcing di Pengembangan dan Penerapan Sistem Informasi

Beberapa pertimbangan perusahaan untuk memilih strategi outsourcing sebagai alternatif dalam mengembangkan Sistem Informasi Sumberdaya Informasi adalah sebagai berikut :

  1. Biaya pengembangan sistem sangat tinggi
  2. Resiko tidak kembalinya investasi yang dilkukan sangat tinggi
  3. Ketidakpastian untuk mendapatkan sistem yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan
  4. Faktor waktu/kecepatan
  5. Proses pembelajaran pelaksana sistem informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup lama
  6. Tidak adanya jaminan loyalitas pekerja setelah bekerja cukup lama dan terampil.

Perusahaan yang ingin menggunakan strategi outsourcing untuk mengembangkan sistem informasi di perusahaan mereka harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menentukan pengembang yang ditunjuk untuk membangun sistem informasi dengan hati-hati. Sebaiknya, pihak luar yang dipilih memang benar-benar telah berpengalaman
  2. Menandatangani kontrak. Kontrak dimaksudkan sebagai pengikat tanggung jawab dan dapat dijadikan sebagai pegangan dalam melanjutkan atau menghentikan proyek jika terjadi masalah selama masa pengembangan
  3. Merencanakan dan memonitor setiap langkah dalam pengembangan agar keberhasilan proyek benar-benar tercapai. Kontrol perlu diterapkan pada setiap aktivitas dengan maksud agar pemantauan dapat dilakukan dengan mudah
  4. Menjaga komunikasi yang efektif antara personil dalam perusahaan dengan pihak pengembang dengan tujuan agar tidak terjadi konflik atau hambatan selama proyek berlangsung
  5. Mengendalikan biaya dengan tepat denngan misalnya memperhatikan proporsi pembayaran berdasarkan persentasi tingkat penyelesaian proyek.

Kunci utama dalam kesuksesan outsourcing adalah pemilihan vendor yang tepat (choose the right vendor) karena outsourcing merupakan kerjasama jangka panjang sehingga penunjukkan vendor yang tepat sebagai mitra perusahaan menjadi sangat krusial baik dari pertimbangan aspek teknologi, bisnis, maupun tujuan finansial. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan dituntut untuk dapat memahami dasar pertimbangan dalam pemilihan vendor. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan vendor adalah

  1. Pengetahuan/kemampuan dalam industri yang dibidanginya (Industry Knowledge)
  2. Kemampuan teknis
  3. Kemampuan keuangan
  4. Kemampuan dalam menyampaikan infrastruktur jasa yang dikelolanya.

2.2. Insourcing

2.2.1. Definisi Insourcing

Saat ini banyak perusahaan yang mengadakan sistem informasi dengan cara melakukan pengembangan sendiri atau yang dikenal dengan istilah in-sourcing.  In-sourcing adalah suatu model pengembangan dan dukungan sistem teknologi informasi yang dilakukan oleh para pekerja di suatu area fungsional dalam organisasi (misalnya Akunting, Keuangan, dan Produksi) dengan sedikit bantuan dari pihak spesialis sistem informasi atau tanpa sama sekali. Model ini dikenal juga dengan istilah end-user computing atau end-user development.

Insourcing adalah sumber daya – sumber daya yang terdapat didalam suatu organisasi atau suatu perusahaan, dimana terdapat sumber daya manusia, sumber daya teknologi, sumber daya sistem informasi, sumber daya hardware, sumber daya software, sumber daya jaringan, sumber daya data, sumber daya ekonomi, yang diubah melalui berbagai proses bisnis (pemrosesan) menjadi barang atau jasa, sistem informasi mengenai operasi sistem pada pihak manajemen untuk pengarahan dan pemeliharaan sistem dalam hal ini pengendalian ketika sistem bertukar input dan output dengan lingkungannya.

Pengembangan sistem ini dilakukan oleh para spesialis sistem informasi yang berada dalam departemen EDP (Electronic Data Processing), IT (Information Technology), atau IS (Information System). Pengembangan sistem umumnya dilakukan dengan menggunakan SDLC (Systems Development Life Cycle) atau daur hidup pengembangan sistem.

Dengan menggunakan SDLC ini, organisasi akan mengikuti 6 langkah penting, yang mencakup berbagai tahapan berikut :

  • Perencanaan, yaitu membentuk rencana pengembangan sistem informasi yang memenuhi rencana-rencana strategis dalam organisasi.
  • Penentuan lingkup, yaitu menentukan lingkup sistem yang diusulkan untuk dibangun.
  • Analisis, yaitu menentukan kebutuhan-kebutuhan sistem yang diusulkan.
  • Desain, yaitu merancang sistem yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperoleh pada tahapan analisis.
  • Implementasi, yaitu membuat sistem dan menyiapkan infrastruktur untuk sistem.
  • Pemeliharaan, yaitu mendukung sistem yang telah berjalan.

Pendekatan SDLC biasa disebut sebagai pengembangan tradisional dan mempunyai kelemahan yakni pengembangannya lambat dan mahal. Selain itu, pemakai akhir kurang terlibat sehingga rawan terhadap ketidakcocokan dengan yang diinginkan oleh pemakai.

2.2.2. Keuntungan dan Kelemahan menggunakan Insourcing

Perusahaan yang menggunakan strategi insourcing harus memperhatikan keuntungan dan kelemahan penggunaan strategi tersebut.

Keuntungan penggunaan insourcing adalah:

  • Sistem dapat dipilih menyesuaian dengan kebutuhan organisasi
  • Cocok diintegrasikan dengan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada
  • Proses pengembangan sistem dapat dikelola dan dimodifikasi serta dikontrol keamanan akses (security acces)
  • Pemakai (user) mengendalikan pembuatan sistem
  • Mudah meng-upgrade tambahan aplikasi yang dikehendaki
  • Umumnya sistem merupakan perangkat lunak yang berkualitas tinggi karena sudah dilakukan uji-coba sebelum diserahkan, sehingga kemungkinan terkena bug sangat kecil.
  • Dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitif (competitif advantage)
  • Dokumentasi lebih lengkap

Penggunaan metode insourcing ini selain memberikan banyak manfaat, perusahaan harus memperhatikan kelemahan-kelemahan dari penggunaan metode ini. Kelemahannya adalah sebagai berikut:

  • Mengembangkan sistem baru memerlukan waktu relatif yang lama karena dimulai merancang dari awal.
  • Kemungkinan program mengandung bug sangat besar
  • Kesulitan dalam menyatakan kebutuhan perusahaan pengembangan memahami mereka dan seringkali hal ini membuat para pengembang merasa putus asa.
  • Ketersediaan  SDM yang ahli dalam bidang TI dan SI sangat terbatas
  • Memmerlukan pelatihan bagi operator dan programer
  • Banyak data yang perlu dikelola
  • Dapat membuat sistem informasi berkembang biak tanpa dapat dikendalikan
  • Sistem tidak selalu memenuhi dengan standar jaminan mutu
  • Ada kemungkinan paket tidak mendukung fungsi-fungsi yang spesifik dalam perusahaan
  • Biaya pembuatan sistem harganya sangat mahal
  • Perangkat lunak tidak efisien kalau menggunakan sistem buatan sendiri (karena umumnya paket dibuat seumum mungkin sehingga dapat dipakai oleh perusahaan tertentu saja)
  • Evaluasi paket sistem menyita waktu dan banyak biaya

III. PEMBAHASAN

Pemilihan mengenai mana yang akan di gunakan dalam suatu perusahaan, sebenarnya tergantung dari ruang lingkup, budget, resiko, tingkat kegunaan, dan sejauh mana kita memerlukannya. Kalau dilihat dari ruang lingkup, yaitu ruang lingkup perusahaan kita, ruang lingkup area kerja kita, dan ruang lingkup perusahaan kita. Kalau ruang lingkup itu tidaklah terlalu besar dan sangat sederhana, maka jalan insourcing atau selfsourcing adalah langkah yang terbaik yang ada. Tetapi kalau sudah mencakup area yang lebih luas lagi, mungkin outsourcing adalah jalannya, atau juga bisa menggunakan insourcing, sehingga fokus kegiatan bisnis kita bis lebih di fokuskan daripada kita menyibukkan diri untuk mengurusi sesuatu yang membuat kita menjadi kesusahan dalam menjalankan inti bisnis kita.

Dilihat dari budget yang ada, kalau budget yang perusahaan miliki tidak teralu banyak, atau masih kalangan menengah ke bawah, ada baiknya kalau menggunakan insourcing atau selfsourcing, karena tidak terlalu memakan biaya yang begitu besar. Di sebabkan orang-orang yang ada, itu masih berada di dalam 1 perusahaan. Tidak memakan banyak biaya salah satunya biaya gaji atau biaya kerja. Jadi lebih menguntungkan daripada harus menggunakan outsourcing. Dan kalau saja perusahaan tersebut tergolong perusahaan besar, sebaiknya menggunakan tenaga outsourcing karena pengaruhnya bisa lebih besar untuk membantu mengurangi biaya IT tetapi memiliki kualitas kinerja yang baik. Dan dapat membantu perusahaan tersebut untuk lebih fokus dalam mengembangkan inti bisnisnya, tetapi tetap memiliki kualitas ICT yang baik.

Dilihat dari segi resiko dan tingkat kegunaannya, ini tergantung dari bentuk dan kegiatan bisnis perusahaan. Jika resiko yang di hadapi dan tingkat kegunaannya tidak terlalu mengkhawatirkan maka ada baiknya hanya menggunakan insourcing atau selfsourcing. Sehingga tidak terlalu mengurangi biaya untuk masalah IT, tetapi jika resiko yang di hadapi dan tinggkat kegunaan tinggi, sebaiknya menggunakan outsourcing, dengan artian perusahaan dapat lebih konsentrasi dalam menghadapi resiko yang ada, dan perusahaan terlindungi dari segala ancaman, dan tindakan pencurian data dan segalanya. Begitu juga dengan tingkat kegunaan, jika kegunaan dari ICT memang sangat di butuhkan, ada baiknya jika perusahaan menggunakan Outsourcing, sehingga mereka dapat membuat sesuai dengan permintaan dari perusahaan didasarkan kepada pengendalian resiko yang di harapkan. Dikarenaka outsourcing memiliki tenaga yang lebih ahli dalam bidangnya tersebut.

  1. Dan yang terakhir jika di lihat dari keperluannya, cukup bisa di pikir secara logika. Karena jika kegunaan dari ICT tidak terlalu penting atau biasa saja, maka insourcing dan selfsourcing sudahlah cukup untuk menjalankan permintaannya tersebut, tetapi jika keperluan akan ICT dikatakan sangan membantu, maka tenaga outsourcing memang menjadi pilihan terbaik. Dikarenakan mereka memang ahli didalamnya. Tenaga outsourcing memiliki keahlian tersendiri dikarenakan bidang yang mereka hadapi memang berada pada daerah itu juga. Sehingga sebaiknya pilihan jatuh kepada outsourcing. Mana yang lebih baik, tidaklah menjadi pertanyaan bagi perusahaan. Tetapi faktor-faktor diataslah yang menentukan mana yang menjadi pilihan terbaik perusahaan. Juga bukan hanya tergantung itu saja, untuk bagian outsourcing, perlu di perhatikannya bentuk kontrak kerjasama yang di buat. Agar kinerja dan kualitas kerja dari pihak vendor outsourcing dapat seperti yang kita harapkan.

IV. KESIMPULAN

  1. Dengan menganalisa berbagai kreteria alasan menggunakan outsourcing dalam pengembangan dan penerapan  sistem informasi, faktor-faktor pemilihan perusahaan penyedia jasa outsourcing, serta kepuasan perusahaan terhadap tenaga outsource, penggunaan outsaourcing sangat efektif bagi perusahaan/organisasi.
  2. Pengembangan sistem informasi dengan insaourcing untuk beberapa perusahaan/organisasi masih merupakan hal yang tidak ekonomis dan memerlukan investasi yang mahal

LAMPIRAN KOMENTAR DARI BLOG

  1. Outsourcing is the transfer of the delivery of services which affects both jobs and individuals. It is difficult to dispute that outsourcing has a detrimental effect on individuals who face job disruption and employment insecurity; however, its supporters believe that outsourcing should bring down prices, providing greater economic benefit to all.Top of ForBottom of Form
  2. pujiyati outsourcing lebih banyak memberikan keuntungan dan manfaat bagi perusahaan dan organisasi yang menggunakannya, sehingga diperlukan regulasi yang jelas dan medatangkan manfaat dan benefit bagi pengguna jasa outsourcing maupun tenaga kerja yang dioutsource
  3. pujiyati. July 11th, 2010 at 13:17 Meskipun banyak yang menyatakan outsourcing lebih efisien, efektif dan low cost, ternyata masih menjadi dilema untuk memilih outsourcing atau insourcing bagi organisasi.Bottom of Form
  4. pujiyati.July 12th, 2010; 4:31 am. Outsourcing sangat berperan dalam membangun dan mengembangkan SI,dan menjadi pilihan bagi perusahaan yang tidak memiliki sumberdaya dan tidak ingin berinvestasi karena resiko yang belum jelas karena ketidak adaan sumber daya yang menguasaiTop of Form
  5. pujiyati.11 Juli 2010 15:05 Harus jeli dalam memilih jasa penyedia outsourcing,,,, mencari info sebanyak dan sedetail mungkin sebelum menentukan pilihan vendor outsourcing
  6. pujiyati. July 12, 2010 at 4:43 am Thanks, artikelnya sangant membantu dalam memahami outsourcing
  7. pujiyati. July 12, 2010 at 5:23 am Kalau IT internal tidak memenuhi kapabilitas yang diinginkan oleh perusahaan, jangan memaksakan kehendak, karena resiko kegagalan dalam pengoperasian SI jauh lebih nyata. Jika sudah menggunakan Jasa profesional yang ahli di bidangnya, maka perlu dievaluasi dalam ppemilihan vendornya.
  8. pujiyati. Jul 11, 2010 at 3:41 pm alasan utama apakah dari 68,2% respondens yang menyatakan penggunaan outsourcing IT lebih efektif
  9. pujiyati. July 11, 2010 4:12 PM. Tulisan yang menarik Bisa Membantu dalam mengambil dan menentukan vendor yang sesuai dengan kebutuhan dan budget.Ternyata dalam pemilihan vendorpun harus mengasah feeling kita agar dapat terjadi relationship jangka panjang. karena usaha outsource menitik beratkan pada trust untuk kemajuan bisnisnya dengan para clientnya.
  10. pujiyati. July 11, 2010 at 11:25 pm event yang menarik.sayang publikasinya kurang menggema
    outsourcing saat ini menjadi pilihan perusahaan untuk menekan biaya operasional.
    Info apapun tentang outsourcing, pasti sangat bermanfaat dan di car
  11. pujiyati. 12 Juli 2010 pada 12:30 pm Bukunya membantu dalam pencarian tentang outsourcing TI , thanks pak,semoga bukunya bermanfaat bagi semua orang dan saya tunggu buku berikutnya
  12. pujiyati.July 12, 2010 at 12:48 PM Sangat inspiratif dan menambah wawasan bagi para pemula yang akan menerapkan outsourcing TI maupun yang akan berbisnis di bidang ini
  13. pujiyati. July 12th, 2010 at 12:57 | #7 IT sangat mensupport core bisnis suatu perusahaan agar mampu berdaya saing pada masa sekarang suatu perusahaan/organisasi tidak menggunakan SI dan TI akan tertinggal karena informasi yang didapat atau disampaikan tidak cepat, akurat mengingat investasi TI sangant mahall Outsourcing merupakan solusi yang banyak dipilih saat ini
  14. pujiyati. July 12, 2010 at 6:05 am Win-win solution antara perusahaan dan the outsorcer merupakan modal dan kunci dari keberhasilan pengembangan SI dari perusahaan. Pemilihan vendor harus sangat diperhatikan dan menjadi prioritas disamping SI nya sendiri yang akan diterapkan
  15. pujiyati. July 12, 2010 1:48 PM Dari uraian yang disampaikan pendekatan pengembangan SI baik insourcing, prototyping, outsourcing semuanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sehingga pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran dari perusahaan/organisasinya
  16. pujiyati.July 12, 2010 12:06 AM Alternatif implementasi dan teknologi E-Commerce salah satunya adalah outsoaurcing (web developer) dengan memilih alternatif tersebut. Bagaimana keamanan data bisa terjamin. Sehingga perlu dipikirakan langkag dan strategi pengamanannya, meningat kejahatan di dunia maya makin marak saat ini
  17. pujiyati. 12 July 2010 at 2:21 pmBisa dibayangkan kalo seandainya tidak ada perkembangan IT
    Semua akan berjalan lambat.
    Masih disayangkan investasi IT masih sangat mahal sehingga masih banyak orang menggunakan jasa outsourcing untuk menerapkan IT di perusahaannya
    Kapan investasi menjadi ekonimis???? Sehingga unit-unit usaha kecil seperti UMKM di    pedesaan dapat menggunakannya
  18. pujiyati. July 12, 2010, 8:09 am Ternyata dimana mana outsourcing
    kapan insourcing bisa menjadi alternatif yang ekonomis
  19. pujiyati. July 12, 2010 at 3:47 pm semoga rencana dari lintasarta ini bisa membantu perusahaan-perusahaan             migas yang ada di kita, dan bisa berkompetitif dikemudianh ari nya
  20. pujiyati Your comment is awaiting moderation. July 12th, 2010 on 11:45 pm. Dengan outsoucing di It bisa menghemat uang belanja perusahaan untuk SDM nya dan biaya pemeliharaan dari IT nya

LAMPIRAN ALAMAT BLOG

1. Alamat :

http://blog.philweboutsourcing.com/outsourcing/outsourcing-in-philippines/comment-page-1#comment-11785

2. Alamat :

http://rahard.wordpress.com/2006/12/15/outsourcing-di-indonesia-2007/#comment-66146

3. Alamat :

http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-1#comment-1754

4. Alamat :

http://www.biskom.web.id/2008/07/22/outsourcing-solusi-sistem-informasi-masa-depan.bwi

5. Alamat :

http://crusaderdast.blogspot.com/2009/10/dampak-outsourching-bagi-perusahaan-it.html?

6. Alamat :

http://yuvenalia.blog.binusian.org/2010/01/03/sourcing/#comment-146

7. Alamat :

http://itkelinik.com/?p=113&cpage=1#comment-68

8. Alamat :

http://blog.i-tech.ac.id/deasy/2009/08/11/kasus-it-outsourcing-pengolahan-data/#comment-63

9. Alamat :

http://hellomycaptain.blogspot.com/2009/10/outsourcing-strategy-as-second-set-of.html?

10. Alamat :

http://www.sharingvision.biz/2010/05/03/it-outsourcing-update-2010/

11. Alamat :

http://rahard.wordpress.com/2009/03/30/buku-teknologi-informasi/#comment-66153

12. Alamat :

http://www.masjoe.com/the-best-reasons-for-your-to-outsource-web-design.html/comment-page-1#comment-1354

13. Alamat

http://bakoelkomputer.info/virtualstore/blog/?p=123&cpage=1#comment-4041

14. Alamat

http://forumkuliah.wordpress.com/2009/01/23/mengatur-fungsi-sistem-informasi/#comment-344

15. Alamat :

http://www.tech-id.co.cc/2010/05/pendekatan-pengembangan-sistem.html

16. Alamat :

http://duabelasblogs.blogspot.com/2010/06/e-commerce-perkembangan-teknologi.html?

17. Alamat :

http://elangknight.wordpress.com/2009/02/25/it-dan-perkembangannya-serta-perannya-dalam-dunia-bisnis/#comment-43

18. Alamat :

http://blogs.unpad.ac.id/eddynurmanto/2007/05/21/infrastruktur-dasar-ict-untuk-institusi-pendidikan/comment-page-1/#comment-825

19. Alamat :

http://indonesiacompanynews.wordpress.com/2010/05/18/lintasarta-sasar-ti-di-sektor-migas/#comment-1558

20. Alamat:

http://blogs.konsep.net/micowendy/2008/portal-outsourcing-it-consultant-pm-indonesia/comment-page-1/#comment-966

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.